Sabtu, 01 Oktober 2016

LELAKI TUA PENJUAL MINYAK DI PINGGIR JALAN

 Beberapa kali aku melihatnya
Lelaki tua, bungkuk dan rentan entah siapa namanya
sedang duduk di tepi jalan setiap harinya
dekat pada sebuah gerobak kebanggaanya,,
Ia menyapaku dengan suara gemetar karena usianya

Disuatu sore yang basah karena hujan,,,
aku melihanya lagi masih di tempat yang sama
aku hendak bertanya dimanakah anak-anakmu?
mengapa sendirian saja, tidakkah kau terlalu tua untuk ini,,
tapi lidahku kelu dan hanya bisa bicara dalam hati.

siang itu aku melihat dia lagi,,,dalam teriknya mentari
duduk dekat gerobaknya, ia sedang komat-kamit mungkinkah ia sedang mengeluh?
tapi tak seorangpun peduli dengan dia,,
dan sedari tadi tidak seorangpun pengunjung mendekatinya untuk membeli minyak padanya.
dan aku selalu merasa bersalah menyaksikan dia begitu.

Lelaki tua itu cukup menggetarkan hatiku
tapi kenapa ku hanya terdiam sama seperti mereka tidak bertindak
tapi setiap kali melewatinya ia menggelisahkan hatiku
dimanakah anak-anaknya? mengapa ia sendirian saja?
ketika hal itu sudah terlalu tua bagi dia
untuk hidup sendiri,kemana mereka?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar