Sore ini aku berjalan menyusuri jalan,,jalan terasa basah karena hujan begitu deras beberapa menit yang lalu. aku memutuskan untuk mencari ojek, karena jalan yang kutempuh masih jauh. aku menenteng sebuah kantong plastik ditanganku berisi sate pemberian seseorang padaku.
Dipinggir jalan itu aku melihat seorang bapak sedang mencari penumpang ojek, dan aku melambaikan tangan. kami kemudian menyepakati berapa yang harus ku bayar untuk sampai di tempat tujuan. uangku hanya belasan ribu saja, sibapak bilang terlalu murah, aku berkata tidak ada lagi uang selain dari itu. Akhirnya sibapak setuju, beberapa menit kami dalam perjalanan hujan turun kembali, tapi tidak terlalu memusingkan bagiku, tapi aku hanya berpikir keras kasihan si bapak pulang dengan hujan nanti untuk menambah ongkos sudah tidak ada lagi duit ditanganku. perutku keroncongan memang sudah waktunya makan malam bagiku. setelah sampai di tujuan aku menyodorkan uang,tapi ada rasa ga enak di hatiku, aku iba melihatnya, dengan sedikit pertimbangan aku menyodorkan makanan di tanganku " buat bapak" sibapak bertanya buat Mba apa? hm,, aku sudah makan tadi. walau aku harus berbohong dan perutku sebenarnya tidak terima. Tapi mengingat perjalanan sibapak akan pulang tanpa penumpang dan gerimis cukup menggoda membuat aku iba. dengan tersenyum aku menyaksikan si bapak berlalu, sebelumnya ia telah berkata makasih mba.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar